lembaga pembiayaan

Lembaga Pembiayaan Mulai Manfaatkan Teknologi Digital

Crediton.id – Fintech lending, menjadi solusi sekaligus tantangan bagi banyak kalangan termasuk lembaga pembiayaan. Gak heran jika sepanjang 2014-2020 ini banyak pro-kontra atas kehadiran teknologi pinjam meminjam online ini.

Kasus demi kasus yang bermunculan lantaran pemanfaatan teknologi finansial semakin menggunung sehingga memaksa OJK turun tangan memblokir akses Fintech ilegal.

Disisi lain pertumbuhan pengguna layanan pinjam meminjam online berbasis teknologi kian hari semakin bertambah.

Disaat pertumbuhan kredit perbankan melemah, pertumbuhan pinjaman online dari Fintech justru meningkat berkali-kali lipat.

Sebenernya Fintech menjadi teknologi keuangan yang banyak memberikan pengalaman lebih baik bagi pengguna.

Makanya di era teknologi seperti saat ini mau tidak mau perusahaan finansial kudu mengikuti zaman.

Selain perbankan, Multifinance sebagai salah satu lembaga pembiayaan harus mengejar ketertinggalan dengan menyegerakan pemanfaatan digital teknologi.

Hadirnya Fintech telah mendorong perusahaan pembiayaan untuk berkembang ke arah digital sebagaimana yang kita lihat saat ini.

Seperti dilaporkan laman kontan.co.id, Kepala Departemen Pengawasan IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan menyebutkan bahwa telah ada 28 perusahaan multifinance yang saat ini memanfaatkan digital teknologi.

Meski masih terlihat jauh dari total jumlah perusahaan pembiayaan di Indonesia yang mencapai 184 perusahaan. Kondisi di atas sedikit banyak bisa menjadi bukti bahwa kehadiran Fintech Lending telah mendorong perusahaan multifinance memanfaatkan teknologi demi mengoptimalkan penyaluran pembiayaan.

Lembaga Pembiayaan Bakal Tersingkir

Inovasi bidang teknologi keuangan khususnya Fintech Lending di Indonesia telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mencari pembiayaan.

Benar sekali, dengan kecepatan dan kemudahan seseorang sekarang bisa saja mengajukan pinjaman tanpa harus beranjak dari tempat mereka.

Hal ini jelas memberikan kemudahan bagi pencari pinjaman. Yang selama ini merasa kesulitan untuk menerobos ketatnya aturan lembaga pembiayaan bagi calon debitur.

Disisi lain, jenis usaha jasa keuangan secara tidak langsung terancam keberlangsungannya meskipun banyak yang gak mengakuinya. Ancaman tersebut bisa kita lihat dari banyaknya jumlah koperasi dan BPR yang gulung tikar.

Guna menyiasati perkembangan zaman dan kebutuhan pasar saat ini sudah ada 28 lembaga pembiayaan yang menerapkan digitalalisasi. Baik dalam bentuk website maupun aplikasi berbasis seluler.

Leave a Comment