perubahan kebijakan kur 2020 pinjaman modal bri, bni

5 Perubahan Kebijakan KUR 2020 yang Patut Diacungi Jempol

Crediton.id – Kredit Usaha Rakyat, program pinjaman modal kerja dan investasi ini bukan sekedar omong kosong. Banyak kalangan UMKM yang sudah merasakan manfaatnya, terlebih semenjak Pemerintah secara masif menurunkan suku bunga KUR 2020.

Keputusan Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM dalam skema penyaluran KUR memang patut diacungi jempol. Berikut 5 perubahan kebijkan KUR yang banyak disambut positif baik oleh perbankan maupun UMKM.

# Suku Bunga Kembali Diturunkan

Penurunan suku bunga KUR dari 7% jadi 6% menjadi kabar hangat yang banyak disambut positif oleh bank dan pelaku UMKM. Meski terbilang tidak besar, turunnya bunga KUR menjadi bukti bahwa Pemerintah Indonesia sangat serius dalam menjalankan program pro kerakyatan ini.

Dibanding jenis pinjaman modal kerja dan investasi lain, bunga KUR jauh lebih murah karena memperoleh subsisi dari pemerintah. Gak tanggung-tanggun, buat menutup selisih bunga pemerintah mengalokasikan dana 190 triliun rupiah dalam APBN 2020.

# Alokasi Dana Ditingkatkan

Kebijakan KUR 2020 tidak hanya menurunkan suku bunga saja, namun alokasi dana juga ditingkatkan. Jika pada tahun 2019 dana KUR dipator 140 triliun rupiah, jauh lebih besar untuk tahun ini yakni 190 triliun rupiah.

Dana KUR 2020 bakal disalurkan melalui beberapa skema yakni KUR Mikro. KUR Kecil atau Ritel, KUR bagi TKI, dan KUR khusus.

Disamping itu bank penyalur juga bertambah, terakhir pemerintah mempercayai Bank Mantap (Mandiri Taspen) sebagai lembaga penyalur KUR yang ke 45.

Rumornya lagi nih, Bank Jatim yang beberapa waktu silam jatahnya ditahan kembali akan mengajukan dan menyalurkan KUR 2020.

Lebih heboh lagi beberapa waktu lalu Bukalapak sebagai marketplece terbesar di Indonesia berkelakar siap turut salurkan Kredit Usaha Rakyat. Jika ini beneran bisa teralisasi pengajuan KUR mirip-mirip pinjaman online gitu.

# Plafon KUR Mikro Dilipatgandakan

Jika dulu KUR Mikro hanya bisa diajukan dengan jumlah paling tinggi 25 juta rupiah, untuk penyaluran 2020 bakal dilipatgandakan. Komite kebijakan telah menetapkan plafon maskumum KUR Mikro sebesar 50 juta rupiah per debitur.

# Akumulasi KUR Mikro Sektor Perdagangan Dinaikkan

Skema penyaluran KUR Mikro yang dulunya dibatasi 100 juta rupiah buat sektor perdagangan kini ditingkatkan jadi 200 juta rupiah. Bagi yang sudah beberapa kali pinjam KUR dan telah menyentuh 100 juta rupiah. Khususnya pelaku usaha sektor perdagangan gak perlu khawatir.

Sebab dengan adanya perubahan kebijakan KUR 2020 ini kita masih bisa pinjam KUR lagi. Karena akumulasinya dilipatgandakan jadi 200 juta rupiah buat sektor perdagangan. Lumayan banget kan buat nambah barang dagangan warung kita?

# Akumulasi KUR Mikro Sektor Produksi Tak Terbatas

Siapa yang gak seneng kalau akumulasi KUR Mikro gak dibatasi. Kebijakan ini khusus diberikan untuk sektor produksi. Sudah plafonnya dilipatgandakan maksimal jadi 50 juta rupiah, akumulasinya tak terbatas buat pelaku usaha produktif.

Bahkan nih pemerintah mematok target 60% dari total dana KUR 2020 untuk disalurkan ke sektor produktif. Meski gak berubah dari tahun sebelumnya tapi sudah sangat tinggi target penyaluran sektor produksi ini.

Lima kebijakan perubahan Kredit Usaha Rakyat di atas memang patut kita acungi jempol. Jelas terlihat lebih pro rakyat.

Dibandingkan produk lain, kita sebagai UMKM setidaknya masih bisa bernafas lega jika pinjam modal usaha dan investasi lewat KUR. Apalagi jika dibandingkan dengan layanan pinjaman online peer to peer lending, jauh banget deh bunganya.

Cara mendapatkan KUR 2020 sekarang juga makin mudah. Terlebih jumlah perbankan penyalur KUR 2020 terus bertambah. Gak melulu harus ke bank BRI, BNI, Mandiri, dan BTPN. BPD dan Koperasi pun sekarang sudah turut berkontribusi menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Referensi: http://kur.ekon.go.id